Jasa Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib
Materi Pembelajaran Sejarah Islam untuk Siswa SD Kelas 5-6
Materi Pembelajaran
Baca dengan seksama sebelum mengerjakan kuis
Pendahuluan
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat pada tahun 632 Masehi, umat Islam membutuhkan pemimpin pengganti yang disebut Khalifah. Kata khalifah berasal dari bahasa Arab yang artinya "pengganti". Para khalifah ini bertugas memimpin umat Islam, menyebarkan ajaran Islam, dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Ada empat khalifah pertama yang sangat istimewa, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka disebut Khulafaur Rasyidin yang artinya "para khalifah yang mendapat petunjuk".
Dalam materi ini, kita akan mempelajari tentang dua khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin, yaitu Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Kedua khalifah ini memiliki jasa yang sangat besar bagi perkembangan Islam. Mari kita pelajari bersama-sama agar kita bisa meneladani sifat-sifat mulia mereka!
1 Khalifah Utsman bin Affan
A. Riwayat Hidup Utsman bin Affan
Utsman bin Affan lahir di kota Mekah pada tahun 574 Masehi, sekitar enam tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah. Beliau berasal dari keluarga Bani Umayyah yang terkenal kaya dan terpandang di kalangan suku Quraisy. Sejak kecil, Utsman sudah dikenal sebagai anak yang cerdas, baik hati, dan suka menolong orang lain.
Utsman bin Affan masuk Islam melalui ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau termasuk orang yang pertama kali masuk Islam, yang disebut As-Sabiqunal Awwalun. Ketika masuk Islam, Utsman berusia sekitar 34 tahun. Meskipun keluarganya menentang, Utsman tetap teguh dalam keimanannya.
Utsman bin Affan mendapat julukan "Dzun Nurain" yang artinya "pemilik dua cahaya". Julukan ini diberikan karena Utsman menikah dengan dua putri Nabi Muhammad SAW, yaitu Ruqayyah dan setelah Ruqayyah wafat, beliau menikah dengan Ummu Kultsum. Tidak ada sahabat lain yang mendapat kehormatan seperti ini.
B. Kepribadian Utsman bin Affan
Utsman bin Affan dikenal memiliki sifat yang sangat dermawan. Beliau tidak pernah ragu menggunakan hartanya untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Selain dermawan, Utsman juga terkenal karena sifatnya yang pemalu, rendah hati, dan sangat sopan. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa para malaikat saja merasa malu kepada Utsman karena sifat pemalunya yang sangat luar biasa.
Utsman juga dikenal sebagai orang yang sangat tekun beribadah. Beliau sering menghabiskan malam untuk shalat tahajud dan membaca Al-Quran. Kecintaannya kepada Al-Quran sangat besar, bahkan beliau sering menangis saat membaca ayat-ayat Allah SWT.
C. Jasa-jasa Utsman bin Affan
1. Membukukan Al-Quran (Mushaf Utsmani)
Jasa terbesar Utsman bin Affan adalah membukukan Al-Quran menjadi satu mushaf yang seragam. Sebelumnya, Al-Quran sudah dikumpulkan pada masa Abu Bakar, tetapi masih ada perbedaan cara membaca di berbagai daerah. Utsman kemudian membentuk tim yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit untuk menulis ulang Al-Quran dengan satu cara baca yang benar.
Setelah selesai, mushaf asli disimpan di Madinah, dan salinannya dikirim ke berbagai kota besar seperti Mekah, Basrah, Kufah, dan Syam. Mushaf ini disebut "Mushaf Utsmani" dan menjadi standar Al-Quran yang kita baca sampai sekarang. Bayangkan betapa besar jasanya! Karena Utsman, umat Islam di seluruh dunia bisa membaca Al-Quran dengan cara yang sama.
2. Membeli Sumur Rumah dan Menyedekahkannya
Ketika umat Islam di Madinah kesulitan mendapatkan air bersih, Utsman membeli sumur Rumah dari seorang Yahudi dengan harga yang sangat mahal. Sumur itu kemudian beliau wakafkan untuk seluruh kaum muslimin, sehingga siapa saja boleh mengambil air secara gratis. Ini menunjukkan kedermawanan Utsman yang luar biasa.
3. Memperluas Masjid Nabawi
Utsman memperluas Masjid Nabawi di Madinah karena jumlah umat Islam semakin banyak. Beliau membeli tanah-tanah di sekitar masjid dengan uangnya sendiri, kemudian membangun perluasan masjid yang lebih megah dan luas.
4. Membiayai Pasukan Perang Tabuk
Saat Nabi Muhammad SAW menyiapkan pasukan untuk Perang Tabuk, banyak sahabat yang tidak mampu membiayai perjalanan jauh tersebut. Utsman menyumbangkan 950 ekor unta, 50 ekor kuda, dan sejumlah besar uang untuk membiayai sepertiga pasukan! Rasulullah sangat senang dan mendoakan Utsman dengan doa keberkahan.
5. Membangun Angkatan Laut Islam Pertama
Pada masa pemerintahannya, Utsman membangun armada laut pertama dalam sejarah Islam. Armada ini berhasil menaklukkan pulau Siprus dan mengamankan wilayah laut Mediterania. Ini adalah langkah strategis yang sangat penting untuk memperluas dan melindungi wilayah Islam.
6. Memperluas Wilayah Islam
Di masa pemerintahan Utsman yang berlangsung selama 12 tahun (644-656 M), wilayah Islam meluas hingga ke Armenia, Azerbaijan, Afrika Utara, dan sebagian wilayah Eropa. Penyebaran Islam semakin pesat berkat kepemimpinannya yang bijaksana.
Utsman bin Affan wafat sebagai syahid pada tanggal 18 Dzulhijjah 35 Hijriah (656 M) dalam usia 82 tahun. Saat itu beliau sedang membaca Al-Quran di rumahnya ketika diserang oleh sekelompok pemberontak. Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi', Madinah.
2 Khalifah Ali bin Abi Thalib
A. Riwayat Hidup Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib lahir di Mekah pada tahun 600 Masehi. Nama lengkapnya adalah Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Beliau adalah sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW karena menikah dengan Fatimah Az-Zahra, putri tercinta Rasulullah.
Ali bin Abi Thalib adalah anak laki-laki pertama yang masuk Islam. Saat itu usianya baru sekitar 10 tahun. Sejak kecil, Ali diasuh langsung oleh Nabi Muhammad SAW karena ayahnya, Abu Thalib, mengalami kesulitan ekonomi. Dengan diasuh Nabi, Ali tumbuh menjadi pribadi yang sangat mulia dan berakhlak tinggi.
Ali mendapat julukan "Karramallahu Wajhah" yang artinya "Allah memuliakan wajahnya". Julukan ini diberikan karena Ali tidak pernah menyembah berhala sama sekali sepanjang hidupnya. Selain itu, Ali juga dijuluki "Babul Ilmi" yang artinya "pintu ilmu" karena kecerdasannya yang luar biasa.
B. Kepribadian Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib terkenal sebagai orang yang sangat berani dan pemberani. Dalam setiap peperangan, Ali selalu berada di barisan terdepan. Pedangnya yang bernama Dzulfiqar sangat terkenal karena tidak pernah kalah dalam pertempuran. Rasulullah pernah bersabda, "Tidak ada pemuda pemberani selain Ali, dan tidak ada pedang selain Dzulfiqar."
Selain berani, Ali juga sangat cerdas dan pandai berbicara. Beliau ahli dalam ilmu tafsir Al-Quran, hadits, dan hukum Islam. Banyak sahabat yang bertanya kepadanya tentang masalah-masalah agama yang sulit. Rasulullah SAW bersabda, "Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya." (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)
Ali juga dikenal sangat sederhana dan zuhud (tidak tergila-gila dengan dunia). Meskipun menjadi khalifah, beliau tetap hidup sederhana dan tidak mau mengambil harta negara untuk kepentingan pribadi. Rumahnya sangat sederhana, makanannya pun sangat bersahaja.
C. Jasa-jasa Ali bin Abi Thalib
1. Tidur di Tempat Tidur Nabi saat Hijrah
Ketika Nabi Muhammad SAW hendak hijrah ke Madinah, kaum Quraisy berencana membunuh beliau. Ali dengan berani menggantikan posisi Nabi di tempat tidur untuk mengecoh para pembunuh. Ini adalah pengorbanan yang sangat besar karena Ali siap mati demi keselamatan Rasulullah SAW.
2. Pembawa Bendera Islam dalam Peperangan
Ali bin Abi Thalib selalu dipercaya membawa bendera Islam dalam berbagai peperangan. Dalam Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, dan Perang Khaibar, Ali selalu menunjukkan keberanian yang luar biasa. Di Perang Khaibar, Ali berhasil membuka benteng Khaibar yang sangat kokoh setelah sahabat-sahabat lain tidak berhasil.
3. Penulis Wahyu dan Perjanjian
Ali termasuk salah satu sahabat yang dipercaya menulis wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menulis perjanjian-perjanjian penting seperti Perjanjian Hudaibiyah. Kemampuan menulisnya yang baik sangat membantu dalam mendokumentasikan ajaran Islam.
4. Menegakkan Keadilan sebagai Khalifah
Saat menjadi khalifah (656-661 M), Ali sangat tegas dalam menegakkan keadilan. Beliau tidak membeda-bedakan antara orang kaya dan miskin, antara pejabat dan rakyat biasa. Semua diperlakukan sama di hadapan hukum. Ali pernah berkata, "Orang kuat di sisiku adalah lemah sampai aku mengambil hak orang lain darinya, dan orang lemah di sisiku adalah kuat sampai aku mengembalikan haknya."
5. Memindahkan Pusat Pemerintahan ke Kufah
Ali memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah (sekarang di Irak). Keputusan ini diambil untuk mempermudah pengelolaan wilayah Islam yang semakin luas dan mengatasi berbagai konflik yang terjadi saat itu.
6. Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Islam
Ali bin Abi Thalib sangat berjasa dalam menyebarkan ilmu pengetahuan Islam. Beliau mengajarkan tafsir Al-Quran, hadits, fikih, dan tasawuf kepada banyak murid. Para ulama besar seperti Abdullah bin Abbas banyak belajar darinya. Kata-kata hikmah Ali juga dikumpulkan dalam kitab terkenal bernama "Nahjul Balaghah".
Ali bin Abi Thalib wafat sebagai syahid pada tanggal 21 Ramadhan 40 Hijriah (661 M) dalam usia 63 tahun. Beliau ditikam oleh seorang penjahat bernama Abdurrahman bin Muljam saat sedang shalat Subuh di Masjid Kufah. Ali dimakamkan di Najaf, Irak.
3 Pelajaran yang Dapat Kita Teladani
Dari Utsman bin Affan:
- Dermawan dan suka bersedekah
- Pemalu dan rendah hati
- Tekun beribadah dan mencintai Al-Quran
- Rela berkorban untuk kepentingan umat
Dari Ali bin Abi Thalib:
- Berani membela kebenaran
- Cerdas dan gemar menuntut ilmu
- Adil dan tidak pilih kasih
- Sederhana dan tidak cinta dunia
Sumber Referensi:
- As-Suyuthi, Jalaluddin. Tarikh al-Khulafa (Sejarah Para Khalifah). Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2010 - Kitab klasik yang membahas lengkap tentang biografi dan jasa-jasa Khulafaur Rasyidin.
- Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman. Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2015 - Sumber terpercaya tentang sejarah Islam masa awal termasuk peran para sahabat utama.
Kuis Pemahaman
Uji pemahamanmu tentang materi yang sudah dipelajari
Siap Mengerjakan Kuis?
Kuis ini terdiri dari 25 soal pilihan ganda. Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban. Jawab dengan teliti!