Makharijul Huruf & Sifatul Huruf
Pelajari tempat keluarnya huruf hijaiyah dan sifat-sifatnya agar bacaan Al-Qur'an kita semakin baik dan benar.
Daftar Isi
1 Pengertian Makharijul Huruf
Kata "makharijul huruf" berasal dari bahasa Arab. Makharijul adalah bentuk jamak dari makhraj yang artinya tempat keluar. Sedangkan huruf berarti huruf-huruf hijaiyah. Jadi, makharijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyah ketika kita mengucapkannya.
Bayangkan begini: ketika kamu membunyikan huruf بَ (ba), bibirmu akan mengatup lalu terbuka. Sedangkan ketika membunyikan huruf قَ (qaf), suara keluar dari pangkal lidah bagian belakang yang menyentuh langit-langit lunak. Setiap huruf punya "alamat" masing-masing di dalam mulut, tenggorokan, atau hidung. "Alamat" itulah yang disebut makhraj.
Menurut Imam Ibnul Jazari dalam kitabnya At-Tamhid fi 'Ilmi at-Tajwid, makhraj huruf adalah tempat yang padanya suatu huruf dibentuk dan dibedakan dari huruf lainnya. Artinya, kalau kita salah menempatkan lidah atau bibir, huruf yang keluar bisa berbeda dan maknanya pun bisa berubah. Inilah mengapa belajar makharijul huruf sangat penting.
Sumber kedua yang menjadi rujukan utama ilmu ini adalah kitab Al-Muqaddimah al-Jazariyyah karya Imam Ibnul Jazari (wafat 833 H), yang merupakan manzhumah (syair) tajwid paling masyhur di dunia Islam. Di dalamnya beliau menjelaskan secara lengkap tentang makhraj dan sifat huruf yang sampai sekarang diajarkan di pesantren dan sekolah-sekolah Islam.
2 Lima Tempat Keluarnya Huruf
Para ulama tajwid, termasuk Imam Ibnul Jazari, membagi tempat keluarnya huruf menjadi 5 tempat utama (disebut juga 5 makhraj besar). Kelima tempat itu adalah:
Rongga mulut dan tenggorokan — tempat keluarnya huruf mad.
Tenggorokan — ada 3 bagian: pangkal, tengah, dan ujung.
Lidah — makhraj terbanyak, ada 10 posisi berbeda.
Dua bibir — tempat keluarnya huruf seperti ba, mim, waw.
Pangkal hidung — tempat keluarnya suara dengung (ghunnah).
Dari 5 tempat besar ini, para ulama merinci menjadi 17 makhraj detail. Setiap makhraj detail menampung satu atau beberapa huruf hijaiyah. Total huruf hijaiyah yang memiliki makhraj ada 29 huruf (termasuk hamzah).
3 Penjelasan Setiap Makhraj
A. Al-Jauf (Rongga Mulut & Tenggorokan)
Al-Jauf artinya rongga kosong. Tempat ini mengeluarkan huruf-huruf mad (huruf panjang), yaitu:
Alif yang sebelumnya berharakat fathah, waw sukun yang sebelumnya dhammah, dan ya sukun yang sebelumnya kasrah. Contohnya pada kata قَالَ (qāla), يَقُوْلُ (yaqūlu), dan قِيْلَ (qīla). Suara huruf-huruf ini keluar dari rongga kosong tanpa menyentuh bagian mulut tertentu — seperti udara yang mengalir bebas di lorong.
B. Al-Halq (Tenggorokan)
Tenggorokan dibagi menjadi 3 bagian:
Pangkal tenggorokan (Aqshal Halq): ء هـ — Hamzah dan Ha.
Tengah tenggorokan (Wasathul Halq): ع ح — 'Ain dan Ha.
Ujung tenggorokan (Adnal Halq): غ خ — Ghain dan Kha.
Perumpamaan mudahnya: tenggorokanmu seperti tabung yang punya 3 lantai. Lantai paling bawah (paling dalam) untuk hamzah dan ha. Lantai tengah untuk 'ain dan ha. Lantai paling atas (dekat mulut) untuk ghain dan kha.
C. Al-Lisan (Lidah)
Lidah adalah tempat keluar paling banyak huruf. Ada 18 huruf yang keluar dari 10 posisi lidah. Berikut beberapa kelompok pentingnya:
Pangkal lidah + langit-langit lunak:
Qaf — pangkal lidah menyentuh langit-langit paling belakang.
Pangkal lidah sedikit ke depan:
Kaf — posisinya sedikit lebih depan dari qaf.
Tengah lidah + langit-langit keras:
Jim, Syin, Ya (bukan ya mad).
Tepi lidah + gigi geraham:
Dhad — huruf paling sulit! Tepi lidah menyentuh gigi geraham atas. Bahasa Arab disebut "lughatul dhad" karena huruf ini khas.
Ujung lidah + gusi atas:
Nun, Lam, Ra — ujung lidah menyentuh atau mendekati gusi belakang gigi atas.
Ujung lidah + gigi seri atas:
Ta, Dal, Tha.
Ujung lidah + ujung gigi seri atas:
Shad, Za, Sin — disebut huruf shafir (berdesis).
Ujung lidah + antara gigi atas & bawah:
Zha, Dzal, Tsa — ujung lidah keluar sedikit di antara gigi.
D. Asy-Syafatain (Dua Bibir)
Huruf yang keluar dari bibir:
Ba dan Mim: kedua bibir mengatup. Waw (bukan waw mad): kedua bibir membulat tanpa mengatup rapat. Fa: bibir bawah menempel gigi seri atas — seperti saat kamu bilang "foto".
E. Al-Khaisyum (Pangkal Hidung)
Tempat keluarnya suara ghunnah (dengung). Ghunnah muncul pada nun bertasydid, mim bertasydid, idgham bighunnah, ikhfa, dan iqlab. Coba tutup hidungmu lalu ucapkan نَّ — kamu akan merasa suaranya terhambat. Itulah bukti suara ghunnah keluar dari hidung!
4 Pengertian Sifatul Huruf
Sifatul huruf artinya sifat-sifat huruf. Kalau makhraj adalah "alamat rumah" huruf, maka sifat adalah "karakter atau kepribadian" huruf tersebut. Sifat huruf menjelaskan bagaimana suara huruf itu dihasilkan — apakah kuat atau lemah, apakah ada hembusan napas atau tidak, apakah suaranya mengalir atau tertahan.
Menurut Imam Ibnul Jazari, sifat huruf berfungsi untuk membedakan huruf-huruf yang memiliki makhraj sama atau berdekatan. Contohnya, huruf ت (ta) dan ط (tha) sama-sama keluar dari ujung lidah dan gigi seri atas. Yang membedakan keduanya adalah sifatnya: tha memiliki sifat isti'la (terangkat) dan ithbaq (menempel), sehingga suaranya terdengar lebih tebal dan berat.
Sifat huruf dibagi menjadi dua kelompok besar: sifat yang berlawanan (mutadhadah) dan sifat yang tidak berlawanan (ghairu mutadhadah).
5 Sifat yang Berlawanan (Mutadhadah)
Ada 5 pasang sifat berlawanan (total 10 sifat). Setiap huruf pasti memiliki salah satu dari setiap pasangan:
Hams (همس) = hembusan napas mengalir saat mengucapkan huruf. Hurufnya dikumpulkan dalam kalimat: فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ. Contoh: huruf سَ — coba ucapkan, kamu akan merasa ada hembusan napas.
Jahr (جهر) = napas tertahan saat mengucapkan huruf. Semua huruf selain huruf hams. Contoh: huruf بَ — napasmu tertahan saat mengucapkannya.
Syiddah (شِدَّة) = suara tertahan total. Hurufnya: أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ. Contoh: ucapkan قْ dengan sukun — suara benar-benar berhenti.
Rakhawah (رَخَاوَة) = suara mengalir. Semua huruf selain syiddah dan tawassuth.
Tawassuth (تَوَسُّط) = di antara keduanya. Hurufnya: لِنْ عُمَرْ.
Isti'la (اسْتِعْلاء) = lidah terangkat ke langit-langit. Hurufnya: خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ. Huruf-huruf ini terdengar tebal (tafkhim).
Istifal (اسْتِفَال) = lidah turun/rendah. Semua huruf selain isti'la. Huruf ini terdengar tipis (tarqiq).
Ithbaq (إطْبَاق) = lidah menempel langit-langit. Hanya 4 huruf: ص ض ط ظ. Huruf-huruf ini paling tebal bunyinya.
Infitah (انْفِتَاح) = lidah tidak menempel. Semua huruf selain 4 huruf di atas.
Idzlaq (إذْلاق) = ringan dan mudah diucapkan karena keluar dari ujung lidah atau bibir. Hurufnya: فِرَّ مِنْ لُبّ yaitu ف ر م ن ل ب.
Ishmat (إصْمَات) = lebih berat diucapkan. Semua huruf selain huruf idzlaq.
6 Sifat Tanpa Lawan (Ghairu Mutadhadah)
Selain 5 pasangan di atas, ada sifat-sifat yang tidak memiliki lawan. Hanya huruf tertentu yang memiliki sifat ini:
Shafir (صَفِير)
Suara berdesis. Huruf: ص ز س. Seperti suara ular mendesis.
Qalqalah (قَلْقَلَة)
Suara memantul saat sukun. Huruf: قُطْبُ جَدٍ yaitu ق ط ب ج د.
Lin (لِين)
Suara lembut tanpa ditekan. Huruf: waw sukun dan ya sukun yang sebelumnya fathah, seperti pada بَيْت dan خَوْف.
Inhiraf (انْحِرَاف)
Lidah menyimpang dari makhraj. Huruf: ل ر.
Takrir (تَكْرِير)
Ujung lidah bergetar. Huruf: ر saja. Tapi hati-hati, jangan dibuat bergetar berlebihan!
Tafasysyi (تَفَشِّي)
Udara menyebar di mulut. Huruf: ش (syin) saja.
Istithalah (اسْتِطَالَة)
Suara memanjang di tepi lidah. Huruf: ض (dhad) saja — huruf paling unik!
7 Pentingnya Belajar Makharijul & Sifatul Huruf
Mengapa kita harus belajar makharijul huruf dan sifatul huruf? Ada beberapa alasan penting:
- Menjaga kebenaran bacaan Al-Qur'an — salah makhraj bisa mengubah makna ayat. Contoh: قَلْب (hati) bisa berubah menjadi كَلْب (anjing) jika makhraj qaf dan kaf tertukar.
- Memenuhi kewajiban membaca dengan tajwid — Imam Ibnul Jazari berkata: "Membaca Al-Qur'an dengan tajwid adalah wajib, siapa yang tidak membacanya dengan tajwid maka ia berdosa."
- Melatih lidah sejak kecil — semakin muda kita berlatih, semakin mudah lidah kita terbiasa.
- Menambah keindahan bacaan — bacaan yang benar makhraj dan sifatnya terdengar lebih merdu dan enak didengar.
📚 Sumber Rujukan:
- Imam Ibnul Jazari, At-Tamhid fi 'Ilmi at-Tajwid — penjelasan makhraj dan sifat huruf secara terperinci.
- Imam Ibnul Jazari, Al-Muqaddimah al-Jazariyyah — manzhumah tajwid yang menjadi dasar pembelajaran tajwid di seluruh dunia Islam.
Uji Pemahamanmu!
25 soal pilihan ganda dari bank 50 soal. Soal dan jawaban diacak setiap sesi.
Siap Mengerjakan Kuis?
Kuis terdiri dari 25 soal pilihan ganda. Baca setiap soal dengan teliti sebelum menjawab. Selamat mengerjakan!