Portal sekolah
Platform Belajar PAI SDN 1 TANJUNGANOM
Fase C — Kelas 5 & 6 SD

Indahnya Ketetapan Allah

Qada dan Qadar

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • 1 Menjelaskan pengertian Qada dan Qadar dengan bahasa sendiri
  • 2 Mengidentifikasi contoh-contoh ketetapan Allah dalam kehidupan sehari-hari
  • 3 Menunjukkan sikap berserah diri kepada Allah dengan tetap berusaha dan berdoa
  • 4 Mengamalkan hikmah beriman kepada Qada dan Qadar dalam kehidupan
  • 5 Menumbuhkan sikap sabar, syukur, dan tawakal dalam menghadapi segala keadaan

Pengertian Qada dan Qadar

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar: 49)

Beriman kepada Qada dan Qadar merupakan rukun iman yang keenam. Setiap muslim wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sejak zaman azali (sebelum segala sesuatu diciptakan). Keyakinan ini memberikan ketenangan hati dan kedamaian jiwa dalam menjalani kehidupan.

ق

Qada (القضاء)

Qada secara bahasa berarti "ketetapan" atau "keputusan". Secara istilah, Qada adalah ketentuan atau keputusan Allah sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluk-Nya. Ketetapan ini bersifat pasti dan tidak akan berubah karena berada dalam ilmu Allah yang Maha Sempurna.

ق

Qadar (القدر)

Qadar secara bahasa berarti "ukuran" atau "takdir". Secara istilah, Qadar adalah perwujudan atau terlaksananya ketetapan Allah (Qada) pada waktu yang telah ditentukan. Qadar adalah realisasi dari apa yang telah Allah tetapkan dalam ilmu-Nya yang sempurna.

Dengan kata lain, Qada adalah rencana Allah yang telah ditetapkan sejak dahulu kala, sedangkan Qadar adalah pelaksanaan dari rencana tersebut. Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh, Allah telah menetapkan (Qada) bahwa setiap makhluk akan mengalami kematian, dan kematian seseorang pada waktu tertentu adalah Qadar atau takdirnya.

Contoh Ketetapan Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketetapan Allah (Qada dan Qadar) dapat kita lihat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Memahami contoh-contoh ini akan membantu kita menyadari betapa Maha Kuasanya Allah dalam mengatur seluruh kehidupan.

🌅

Matahari Terbit dan Terbenam

Allah telah menetapkan matahari terbit dari timur dan terbenam di barat setiap hari tanpa pernah terlambat. Ini adalah ketetapan Allah yang sangat tepat dan teratur.

👶

Kelahiran dan Jenis Kelamin

Kita tidak dapat memilih orang tua, tempat lahir, waktu lahir, maupun jenis kelamin kita. Semua itu adalah ketetapan Allah yang telah ditentukan sebelum kita dilahirkan.

🌧️

Cuaca dan Musim

Pergantian musim, turunnya hujan, dan berbagai fenomena alam lainnya merupakan ketetapan Allah. Manusia tidak dapat mengatur kapan hujan akan turun atau kapan musim akan berganti.

📚

Rezeki dan Kemampuan

Setiap orang memiliki rezeki, bakat, dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang pandai matematika, ada yang berbakat dalam seni, ada yang kuat dalam olahraga. Semua adalah pemberian Allah.

Ilustrasi dalam Kehidupan Siswa

📖

Kisah Dina dan Ulangan Matematika

Dina adalah siswi kelas 5 SD yang sangat rajin belajar. Minggu depan akan ada ulangan matematika, sehingga Dina belajar dengan sungguh-sungguh setiap hari. Ia mengerjakan soal-soal latihan, bertanya kepada guru jika ada yang tidak dipahami, dan berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan.

Saat hari ulangan tiba, Dina mengerjakan soal dengan tenang dan percaya diri. Hasilnya, Dina mendapat nilai yang memuaskan. Dina bersyukur kepada Allah karena usaha dan doanya dikabulkan.

Namun, ada juga temannya bernama Rudi yang sudah belajar keras tetapi nilainya tidak sebaik Dina. Rudi tidak berkecil hati. Ia tahu bahwa hasil adalah ketetapan Allah. Rudi tetap bersyukur dan bertekad untuk terus berusaha lebih baik lagi.

💡 Pelajaran: Kita wajib berusaha dan berdoa, tetapi hasil akhir adalah ketetapan Allah. Jika berhasil, bersyukurlah. Jika belum berhasil, bersabarlah dan terus berusaha.

Kisah Ahmad dan Pertandingan Sepak Bola

Ahmad sangat ingin menjadi pemain inti dalam tim sepak bola sekolahnya. Ia berlatih setiap hari dengan tekun, menjaga kesehatan tubuhnya, dan selalu berdoa kepada Allah. Saat seleksi, Ahmad bermain dengan maksimal.

Ternyata, Ahmad tidak terpilih menjadi pemain inti, melainkan menjadi pemain cadangan. Awalnya Ahmad sedih, tetapi kemudian ia menyadari bahwa ini adalah takdir Allah. Ahmad tidak putus asa. Ia tetap berlatih keras dan mendukung timnya dari bangku cadangan.

Di pertandingan final, pemain inti mengalami cedera dan Ahmad diminta masuk. Dengan izin Allah, Ahmad berhasil mencetak gol kemenangan! Ahmad bersyukur dan semakin yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang sabar dan tawakal.

Sikap Beriman kepada Qada dan Qadar

Beriman kepada Qada dan Qadar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, seorang muslim yang beriman kepada takdir justru akan memiliki sikap-sikap positif berikut:

🤲

Tawakal

Berserah diri kepada Allah setelah berusaha maksimal. Tawakal bukan berarti malas atau pasrah, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik.

🙏

Sabar

Menerima segala ketetapan Allah dengan lapang dada, terutama saat menghadapi musibah atau hal-hal yang tidak sesuai harapan. Kesabaran adalah kunci ketenangan jiwa.

Syukur

Berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan, baik nikmat yang terlihat maupun yang tersembunyi. Syukur membuat hidup terasa lebih berkah.

💪

Ikhtiar

Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang baik. Islam mengajarkan bahwa usaha adalah bagian dari takdir, bukan bertentangan dengannya.

😊

Optimis

Selalu berprasangka baik kepada Allah (husnuzhan). Yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, meskipun terkadang tidak sesuai keinginan.

🕊️

Tidak Sombong

Menyadari bahwa segala keberhasilan adalah atas izin Allah, bukan semata-mata karena kehebatan diri sendiri. Sikap ini menghindarkan kita dari kesombongan.

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

Keyakinan kepada Qada dan Qadar memberikan banyak hikmah dan manfaat dalam kehidupan seorang muslim. Berikut adalah hikmah-hikmah yang dapat kita peroleh:

1

Hati Menjadi Tenang dan Damai

Dengan beriman kepada takdir, hati kita menjadi tenang karena yakin bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Tidak ada lagi kekhawatiran berlebihan atau ketakutan yang tidak perlu.

2

Terhindar dari Sifat Putus Asa

Ketika menghadapi kegagalan atau musibah, orang yang beriman kepada takdir tidak akan putus asa. Ia yakin bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan hikmah yang Allah sembunyikan.

3

Menumbuhkan Semangat Berusaha

Beriman kepada takdir justru membuat seseorang lebih semangat berusaha. Karena usaha adalah bagian dari takdir, maka kita harus berusaha maksimal untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

4

Terhindar dari Kesombongan

Keberhasilan yang kita raih adalah izin dan karunia Allah. Kesadaran ini menghindarkan kita dari sifat sombong dan merasa paling hebat. Sebaliknya, kita akan selalu bersyukur dan rendah hati.

5

Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Beriman kepada Qada dan Qadar adalah bagian dari rukun iman. Dengan meyakininya, keimanan kita kepada Allah semakin sempurna dan hubungan kita dengan Allah semakin dekat.

6

Mengajarkan Keadilan dan Kasih Sayang

Kita belajar untuk tidak iri hati dengan kelebihan orang lain dan tidak meremehkan kekurangan orang lain. Setiap orang memiliki takdir masing-masing yang telah Allah tentukan dengan penuh hikmah.

Dalil tentang Qada dan Qadar

QS. Al-Hadid: 22

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya."

Hadis Riwayat Muslim

"Berimanlah kamu kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim)

Kesimpulan

Qada adalah ketetapan Allah sejak zaman azali, sedangkan Qadar adalah perwujudan dari ketetapan tersebut. Beriman kepada Qada dan Qadar adalah rukun iman keenam yang wajib diyakini oleh setiap muslim.

Sikap seorang muslim terhadap takdir adalah berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa kepada Allah, kemudian menerima hasilnya dengan sabar dan syukur. Beriman kepada takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar maksimal sambil berserah diri kepada Allah.

Dengan beriman kepada Qada dan Qadar, hidup kita akan menjadi lebih tenang, tidak mudah putus asa, terhindar dari sifat sombong, dan semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Platform Belajar PAI

Indahnya Ketetapan Allah

(Qada dan Qadar)

📋 Petunjuk Pengerjaan:

  • • Terdapat 25 soal pilihan ganda
  • • Waktu mengerjakan: 60 menit
  • • Pilih salah satu jawaban yang paling tepat
  • • Klik tombol "Selesai" setelah mengerjakan semua soal